Eternity, the Reason Why

Nggak terasa blog ini udah berusia 7 tahun—dan saya ketawa juga setelah nyadar bahwa ini entry pertamanya.

Saya tertawa kecil karena ketika saya lihat lagi ke belakang, saya merasa lucu aja dengan ironi yaitu saya yang pernah capek-capek mencari jawaban “Kenapa?” sampai akhirnya memutuskan untuk menjawarakan Voltaire ini (https://answers.yahoo.com/question/index?qid=20111114201539AA7kmOb) ternyata sudah mengerti dari awal. Ini lucunya kayak orang yang order delivery pizza terus setelah ganti pesanan 5 kali karena plin-plan nentuin topping akhirnya nungguin lama dan abang delivery-nya nggak dateng-dateng dan di titik itu dia nyadar kalau ternyata dia salah satu abang delivery juga (“Oiya, kan gua lagi on duty ya”).

Kebetulan malam ini teringat almarhum teman yang suka memandangi langit malam juga. Ya, memang ternyata sedikit sekali yang kita tau tentang hidup. “Kenapa?”, “Kok begitu?”, “Kenapa bukan saya aja?”, “Kenapa harus sekarang?”, “Kok gini banget sih?”, “Emangnya kenapa kalo aku nggak mau?”, “Terus apa esensinya?”, “Udah gini doang?”, dan lain sebagainya. Tapi saya percaya ada Alasan di balik ini semua. Dan Alasan itu hanya bisa dipandang tête-à-tête, dari dekat, dalam sebuah hubungan personal yang satu kakinya berada di alam mortal, dan satu lagi di kekekalan—Eternity, the ultimate why.

In memoriam Rudi Rauf.
Rest in peace, my friend.

The Cruising Battleship

Oke, di post kedua ini gw mau cerita tentang asal-muasal dibuatnya blog ini, karena semua hal yang ada di dunia ini pasti punya latar belakangnya masing2, ya gak? Well, ide buat bikin blog sebenernya udah ada di otak dari tahun 2008, tapi waktu itu gw masih keranjingan ama yg namanya game online, jadi pas connect ke internet, gw bukannya ngetik http://wordpress.com trus klik “Sign up for a new blog”, tapi malah nyasar ke server2 game online. Pendek kata, tahun 2008 pun berlalu tanpa bikin blog, datanglah tahun 2009 yang sibuk. Sebagai anak kelas 3 SMA yang baik, pastinya gw mesti bener2 konsen ke dua hal penting: UAN sama Perguruan Tinggi. Dari bulan Januari sampe April itu bener2 sama sekali gak ada kesempatan buat ngapa-ngapain selain belajar, makan, tidur, UKM (urusan kamar mandi hahaa lol), dan kembali belajar.

Nah, baru pas akhir April kemarin gw bisa menghirup udara bebas. UAN udah…

View original post 1,934 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s